Categories
Berita

Ojek Online Tolak Konsumen

SAYA adalah salah satu pengguna layanan ojek online dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Layanan serupa kerap saya gunakan ketika harus ke luar kantor. Beberapa kali, pengemudi ojek online menolak mengantar saya setelah tahu tujuan saya ke Jatibening, Bekasi. Pada 3 Juli 2017, misalnya, dua kali pengemudi Uber menolak tujuan saya karena dianggap terlalu jauh. Padahal mereka sudah mengambil pesanan saya. Salah satunya bahkan menolak setelah tiba di depan kantor saya. Kejadian serupa saya alami saat memesan layanan Go-Jek pada awal Agustus lalu. Pengemudi bertanya lebih dulu tujuan saya, lalu meminta maaf tak bisa mengantarkan saya karena tujuannya berbeda.

Menurut saya, ojek online harus memperbaiki sistem kerjanya agar tidak terjadi lagi penolakan serupa dan menjaga kenyamanan penumpang. Solusi harus ditemukan oleh pengusaha ojek online agar pengemudi pun tak harus mengantarkan penumpang ke daerah yang terlalu jauh dari tempat tinggal mereka saat akan pulang. Kita tahu selama ini pengemudi ojek online pun kerap terpaksa mengambil pesanan yang terlalu jauh dan memberatkan karena peraturan di perusahaan mereka. Intinya, solusi tersebut harus bersifat win-win bagi pengemudi dan konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *