Categories
Berita

Duit Elektronik bag2

Ternyata tidak begitu. Petugas itu ganti bertanya, ”Bapak punya kartu debit?” ”Lho, bisa dibayar pakai itu?” ”Bisa, Pak.” ”Katanya tadi mesti cash.” ”Lha, itu kan cash, Pak.” ”Bukan, ini saya bayar pakai kartu.” Sang petugas tidak memikirkan masalah kebahasaan, jadi ia menjawab saja, ”Pokoknya bisa, Pak.” Sayangnya, ”ilmu pokoknya” ini tidak berlaku bagi saya. ”Cash itu maksudnya tunai, kan?” ”Iya, Pak.” ”Lha, kok boleh pakai kartu?” ”Kan, kartu debit, Pak.” Hmm. Jadi kartu yang tidak bisa dihubungkan dengan pengertian cash atawa jreng adalah kartu kredit. Petugas yang setiap hari bergaul dengan urusan jual-beli di toko itu tentu tidak keliru: menerima pembayaran dengan kartu kredit itu berarti belum menerima uang, karena toko tersebut masih harus meminta uang kepada bank kreditor; sedangkan menerima pembayaran dengan kartu debit berarti uang kontan ”langsung masuk” bank sendiri.

Categories
Berita

Duit Elektronik

Suatu peristiwa kebahasaan telah menimpa saya ketika membeli sesuatu yang agak mahal, yang bagi saya itu berarti akan membayar dengan kartu kredit atau pun kartu debit. Artinya bukan uang kertas, karena dengan nilai uang yang menjadi harganya, kantong saya akan menjadi sangat gembung jika membawa uang kertas. ”Saya bayar pakai kartu kredit, ya,” kata saya. Namun petugas di toko tersebut berkata, ”Maaf, Pak, yang ini mesti cash.” Tentu kemudian saya ganti bertanya, ”Di dekat sini ada ATM?” Pertanyaan itu saya sampaikan karena penafsiran saya mengenai istilah cash dari bahasa Inggris tersebut bagi saya berarti kontan, tunai, atau dalam bahasa Jawa disebut jreng, dan itu berarti juga saya harus membayar dengan uang kertas.

Categories
Berita

Anggota Aktif Partai Komunis Meksiko Bag3

Penampilan Frida Kahlo yang penuh gaya merupakan sorotan dalam lingkungan dunia seni saat itu. Rivera mengakui, selama mereka hidup di Amerika Serikat, sering kali orang-orang di jalan menengok ke arah Kahlo untuk mengagumi tata busana atau gaya rambutnya. Pesona inilah yang juga menarik perhatian banyak fotografer. Sebagian besar foto yang dipajang dalam pameran ini—total berjumlah 49 karya fotograf—beberapa di antaranya dikerjakan oleh fotografer kenamaan, seperti Edward Weston, Nickolas Muray, dan ayah Frida Kahlo sendiri, Guillermo.

Foto-foto menjelang masa hidup Kahlo berakhir menunjukkan kedalaman dimensi emosional pada seniman yang mati muda (47 tahun) ini. Ia sempat berfoto dengan dokter yang menanganinya. Rasa sakit yang dideritanya hampir selama 20 tahun hidupnya serta relasi dengan Diego Rivera yang acap menyakitkan dan mengombang-ambingkannya, semua tergambar dari ekspresi wajahnya: sebuah kompleksitas atas misteri, kedewasaan, kesakitan, kemarahan, tapi juga kekuatan dan kebahagiaan.