Categories
Parenting

Gaya Asuh Orangtua Fondasi Bagi Karakter Anak Bag2

Ketika menemukan hambatan sedikit saja, anak cenderung mudah menyerah terkait daya juangnya yang rendah,” demikian penjelasan Karina Priliani, S.Psi. Sayangnya, penerapan dan akibat dari pola asuh permisif ini sering kali tak disadari. DISIPLIN TERLALU KERAS Bagaimana dengan gaya pengasuhan lain? Salah satu yang kerap dibicarakan adalah otoriter.

Baca juga : Kerja di Jerman

Gaya pengasuhan ini, meski menerapkan disiplin keras, kerap dikaitkan dengan kesuksesan anak di masa depan. Seperti kita ketahui, otoriter merupakan gaya pengasuhan dimana orangtua memegang kendali penuh terhadap anak, sehingga apa pun yang anak lakukan diputuskan oleh orangtua. Papa Doni bercerita mengenai gaya pengasuhan sang istri pada Kiran, buah hati mereka. “Karena Tuhan belum memberikan kepercayaan kepada kami, akhirnya saya dan istri memutuskan untuk merawat anak perempuan dari adik saya.

Kini usia Kiran menginjak 4 tahun. Profesi istri sebagai guru menguatkan keinginannya untuk menerapkan disiplin pada Kiran. Namun bagi saya, disiplinnya terlalu keras. Saat Kiran membuat kesalahan kecil saja, katakanlah memegang hape, istri saya akan memarahi Kiran sambil menakut-nakuti bahwa Kiran adalah anak durhaka. Padahal baru kali itu Kiran memegang hape. Istri juga memilih sekolah yang baginya bermutu, namun jauh sekali dari rumah.

Menurut istri saya, Kiran harus mendapatkan yang terbaik. Namun saya berpendapat, dia terlalu memaksakan kehendaknya sebagai seorang ibu tanpa memerhatikan kenyamanan Kiran sebagai anak berusia 4 tahun.” Soal disiplin ini, menurut Karina, memang selalu dibutuhkan dalam pengasuhan, apalagi pada balita yang energinya berlebihan. Namun, tentu kita sepakat, anak perlu mendapat penjelasan saat suatu disiplin diterapkan padanya.

Dengan begitu, anak tahu bahwa aturan dan larangan ini-itu diberlakukan sematamata untuk kebaikannya. “Jangan lupa berikan kasih sayang dengan cara mau mendengarkan semua pertanyaannya, kemudian jelaskan tujuan aturan yang kita jalankan,” saran psikolog dari Personal Growth ini. Mengenai gaya asuh otoriter yang dipercaya beberapa orang dapat membuat anak meraih kesuksesan, Karina berpendapat, hal itu sepenuhnya bergantung pada sifat si anak. “Kalau memang ada anak yang sukses karena gaya asuh otoriter orangtuanya, berarti orangtua tersebut harus berterima kasih pada Tuhan.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *