Categories
Berita

Duit Elektronik bag2

Ternyata tidak begitu. Petugas itu ganti bertanya, ”Bapak punya kartu debit?” ”Lho, bisa dibayar pakai itu?” ”Bisa, Pak.” ”Katanya tadi mesti cash.” ”Lha, itu kan cash, Pak.” ”Bukan, ini saya bayar pakai kartu.” Sang petugas tidak memikirkan masalah kebahasaan, jadi ia menjawab saja, ”Pokoknya bisa, Pak.” Sayangnya, ”ilmu pokoknya” ini tidak berlaku bagi saya. ”Cash itu maksudnya tunai, kan?” ”Iya, Pak.” ”Lha, kok boleh pakai kartu?” ”Kan, kartu debit, Pak.” Hmm. Jadi kartu yang tidak bisa dihubungkan dengan pengertian cash atawa jreng adalah kartu kredit. Petugas yang setiap hari bergaul dengan urusan jual-beli di toko itu tentu tidak keliru: menerima pembayaran dengan kartu kredit itu berarti belum menerima uang, karena toko tersebut masih harus meminta uang kepada bank kreditor; sedangkan menerima pembayaran dengan kartu debit berarti uang kontan ”langsung masuk” bank sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *