Categories
Resep

Internet Ngebut dan Artinya Untuk Kita ala NET89 Bag3

Internet Ngebut dan Artinya Untuk Kita ala NET89 Bag3 – Dengan makin mudahnya memantau distribusi logistik, berarti dapat mengefisienkan waktu dan biaya distribusi. Ini secara tak langsung akan berimbas pada harga barang yang lebih murah. Data medis kita bisa diakses rumah sakit mana pun, kapan pun (e-kesehatan). Sehingga kita tak perlu repot berulang kali mendaftar ulang ketika pindah rumah sakit dan dokter yang menangani pun bisa mengetahui riwayat penyakit secara utuh, karena semua tercatat dalam satu dokumen.

Buat saudara-saudara kita yang rumahnya terpencil pun bisa menikmati pendidikan berkualitas di kota dengan sistem belajar jarak jauh (e-pendidikan). Menarik kan? Masih minim akses Sayangnya, menurut data Akamai, baru 3,5% pengguna Internet di Indonesia yang menikmati broadband. Total pengguna Internet Indonesia yang menurut lembaga riset e-Marketeer (per November 2014) sebanyak 83,7 juta orang. Jumlah ini sedikit berbeda dari angka yang dirilis Menkominfo sebanyak 154,1 juta orang. Akamai mendefinisikan broadband sebagai kecepatan Internet di atas 4 Mbps.

Sementara rata-rata kecepatan Internet di Indonesia pada kuartal II 2014 disebutkan Akamai rata-rata mencapai 2,5Mbps. Jika RPI telah berjalan, pemerintah menargetkan kecepatan pita lebar yang bisa kita nikmati pada 2019 mencapai 20Mbps untuk pelanggan fixed line (serat optik) di rumah, 1Gbps untuk gedung, dan 1Mbps untuk pelanggan selular. Diharapkan sebanyak 40% rumah tangga di Indonesia bisa menikmati Internet gegas ini pada 2019. Bukan cuma cepat, RPI juga menargetkan harga langganan Internet pita lebar yang murah. Menurut data World Economic Forum, pada 2011 harga akses pitalebar di Indonesia sebesar Rp 600.000 per bulan. Dengan pendapatan perkapita sekitar Rp 2,57 juta per bulan, maka harga pita lebar di Indonesia memakan 23% pendapatan.

Sedangkan pemerintah berdasarkan standar ITU, menetapkan tarif pita lebar tidak lebih dari 5% pendapatan perkapita. Maka pada 2019, dengan prediksi pendapatan perkapita Indonesia USD7000 atau sekitar Rp7juta, maka harga broadband diperkirakan dengan Rp350.000 atau lebih murah dari itu kita sudah bisa menikmati internet kecepatan tinggi. Nah, infrastruktur yang telah digelar ini diharapkan bisa mendongkrak kemakmuran rakyat Indonesia, sehingga RPI yang menjadi bagian dari MP3EI bisa membawa Indoensia masuk dalam 25 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2025. Jadi, dari sekarang mulailah mempertimbangkan untuk menggunakan internet dengan bijaksana dan produktif ya.

Sumber : https://net89.net/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *