Categories
Parenting

Fakta Tentang Minuman Bersoda Bag3

Selain itu, bila anak mengonsumsi kalsium dengan jumlah cukup, dapat menjadikan penyeimbang rasio normal antara kadar kalsium dan fosfat (yang terdapat dalam softdrink) dalam tubuh. Jadi, konsumsi soft drink bisa juga diimbangi dengan asupan kalsium sejauh jumlahnya adekuat. Selain pada susu dan orange juice, kalsium juga terdapat daging, telur, unggas, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Bila anak kelihatan sudah kebanyakan konsumsi soft drink, segera rubah kebiasaan konsumsi makan dan minum sang buah hati. Atur kapan ia boleh minum soft drink. Arahkan untuk memilih minum an yang lebih mengandung nilai gizi (jus buah atau susu), dan banyak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Tak kalah penting, bila anak sudah “kecanduan” minum soft drink, untuk mencegah hal yang tak diinginkan di kemudian hari, sebaiknya orangtua mulai mengubah pola konsumsi makan dan minum sang buah hati.

Hindari menyediakan minuman bersoda tiap hari, atur kapan ia bisa minum soft drink, lebih baik jika mengarahkan anak untuk memilih minuman yang lebih memiliki nilai gizi (jus buah), dan minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Kenalkan anak dengan menu-menu mengandung gizi seimbang sehingga tak menimbulkan masalah kesehatan, termasuk dalam pemilihan minuman. Di sisi lain, Mama Papa juga jangan memiliki kebiasan minum soft drink, apalagi sampai harus setiap hari dihidangkan. Tentunya anak akan melihat dan meniru semua kebiasaan orangtuanya. Maka jadilah teladan untuk anak sehingga ia bisa memilih konsumsi makanan ataupun minuan yang lebih baik.

Apa Itu Gula Darah? Glukosa (gula da rah) merupakan sumber kalori utama selama kehidupan janin dalam rahim. Glukosa juga penting dalam proses persalin an dan hari-hari pertama bayi la hir. Jumlah glu kosa pada janin sekitar dua per tiga dari kadar gula darah ibu. Namun, pada saat persalinan, karena terpu tusnya hubung an plasenta dan janin, maka ter henti pula pem berian glukosa ibu ke bayi. Bayi normal (tepat lahir/ aterm) dapat mempertahan kan kadar gula darah sekitar 50–60 mg/dl selama 72 jam pertama begitu dilahirkan. Se dangkan bayi be rat lahir rendah (BBLR) dalam kadar 45 mg/dl. Bila kurang dari 45 mg/dl, bayi berada dalam kategori hipo glikemia neona tal.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *