Categories
Berita

Baja Lancung Masuk Konstruksi Bag9

”Kalau konstruksi tinggi jarang karena biasanya melibatkan konsultan. Yang pasti bajanya melalui tes laboratorium dulu,” kata Hidajat. Kekhawatiran industri Tanah Air terbukti. Inspeksi mendadak yang digelar Kementerian Perdagangan pada Desember 2011 menemukan ribuan besi baja untuk keperluan umum (BJKU) yang diduga tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Pada besi-besi baja tersebut terdapat tanda emboss SNI.

Meski pemilik mengaku diameter besi baja tersebut 10 milimeter, ketika dibandingkan dengan merek lain, ukurannya berbeda. Belum lagi pelaku usaha yang ternyata tidak memiliki sertifkat SNI. Pemerintah bukan tidak peduli pada situasi saat itu. Mantan Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, pada 2011, pemerintah sempat mengantisipasi dengan mewajibkan penerapan SNI terhadap produk baja untuk keperluan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *